Kajian Media Komunitas

2.1       Media Komunitas dan Marjinalisasi: Sebuah Definisi Berbagai istilah digunakan dalam mendefinisikan media komunitas. Ini termasuk “media alternatif” dan “media radikal,” serta “media warga”, “media basis” dan “media partisipatif” dan “media berbasis komunitas.” Seperti yang disebutkan oleh Howley (2009), bahwa sulit untuk mendefinisikan secara presisi untuk media komunitas, karena media ini seringkali diungkapkan dengan berbagai nama. … Read moreKajian Media Komunitas

Kajian Literatur

Bab 1 menjelaskan argumen dari penelitian ini, yaitu media komunitas dengan optimalisasi TIK menjadi solusi bagi pengembangan praktik produksi konten kesenian dan kebudayaan untuk tujuan ketahanan budaya. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk menggambarkan media komunitas antara lain media alternatif (Atton, 2002), media aktivis (Lievrouw, 2011; Waltz, 2006), media warga (Rodríguez, 2008; Stephansen, 2018), media … Read moreKajian Literatur

Kesimpulan

3.7       Kesimpulan Bab ini memaparkan cara peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian. Kombinasi metode digunakan menjawab pertanyaan penelitian utama dan menginvestigasi masalah dengan lebih dalam. Penggunaan metode tersebut juga dimanfaatkan untuk dukungan kredibilitas dan objektivitas dari penelitian ini, yang dibuktikan dengan deskripsi dan analisis yang mendalam. Hasil penelitian disajikan dalam dua bab berikutnya. Kemudian terdapat bab diskusi … Read moreKesimpulan

Keabsahan Penelitian

3.6       Keabsahan Penelitian Empat aspek yang harus diperhatikan dalam penelitian kualitatif, yaitu credibility, transferability, dependability,dan confirmability (Denzin & Lincoln, 2018; R. L. Jackson et al., 2007). Credibility atau kredibilitas, berkaitan dengan keyakinan pada kebenaran dalam temuan penelitian. Dalam menilai kredibilitas, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan anggota kelompok pengelola media komunitas, anggota komunitas budaya, audience dari media komunitas, dan inisiator komunitas Bali Buja. Transferability pada dasarnya mengharuskan peneliti untuk menggunakan temuan penelitian dan analisis dapat ditranster ke konteks … Read moreKeabsahan Penelitian

Analisis Data

3.5       Analisis Data Studi ini menjawab pertanyaan penelitian tentang bagaimana komunitas budaya dapat mempertahankan tradisi seni dan budaya melalui pemanfaatan media komunitas berbasis teknologi media. Analisis data dalam penelitian ini melibatkan informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti: transkripsi wawancara semi-terstruktur, hasil perekaman audio wawancara, data video dokumentasi, film dokumenter, dan pengamatan berdasarkan catatan lapangan. Peneliti … Read moreAnalisis Data

Subjek Penelitian

3.4       Subjek Penelitian Kegiatan partisipatif yang dilakukan peneliti pada saat observasi awal memudahkan peneliti saat memilih subjek penelitian. Informan dalam penelitian ini adalah personil atau individu dalam komunitas Bali Buja yang berperan dalam pelaksanaan pertunjukan kesenian, serta bertanggungjawab dengan media komunitas. Peneliti bersama-sama menggali informasi untuk memaknai kebenaran berdasarkan pengalaman subjektif. Informan merupakan aktor kunci dan … Read moreSubjek Penelitian

Film Dokumenter

3.3.3      Film Dokumenter Mengingat karakter eksploratif pada penelitian ini, diperlukan desain penelitian yang tepat dan praktis dalam menjawab tantangan tersebut. Kombinasi metode diterapkan dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan informasi yang memadai atau perspektif kedalaman. Pada penelitian ini, data video atau audio-visual digunakan untuk mendukung penyajian data dari etnografi. Integrasi pengalaman etnografi dengan metode video dapat digunakan sebagai media edukasi pada khalayak yang lebih luas (Church, 2021). Metode … Read moreFilm Dokumenter

Observasi Partisipan

3.3.2      Observasi Partisipan Langkah selanjutnya, peneliti menggunakan metode observasi partisipan untuk menyediakan data guna menganalisis partisipasi masyarakat dalam media komunitas yang dikelola komunitas Bali Buja. Atkinson dan Hammersley (1998) mendefinisikan observasi partisipan sebagai strategi lapangan yang menggabungkan wawancara responden dan informan, analisis dokumen, serta partisipasi dan observasi langsung. Dengan keterlibatan secara langsung dalam kegiatan komunitas Bali Buja, peneliti dapat menyatu dan menjadi ‘anggota sementara’ dalam … Read moreObservasi Partisipan

Wawancara

3.3.1      Wawancara Mendalam             Wawancara adalah metode utama dalam mengumpulkan data. Wawancara memungkinkan peneliti untuk menetapkan komponen subjek yang paling relevan dalam mencapai tujuan tersebut (Lindlof & Taylor, 2017). Peneliti melalukan serangkaian wawancara informal dengan beberapa partisipan sebagai pelaku dalam komunitas budaya untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana pelaku berpartisipasi dalam praktik media komunitas. Wawancara mendalam dilakukan dengan mengunjungi pegiat komunitas budaya dan anggotanya di lokasi penelitian. Wawancara … Read moreWawancara

Metode

3.3       Metode Pengumpulan Data Etnografi mengacu pada prosedur ketika peneliti sendiri mengumpulkan data secara langsung (Atkinson & Hammersley, 1998). Hubungan antara etnografer dan anggota masyarakat harus dapat dinegosiasikan melalui interaksi langsung dan pribadi. Penelitian ini mengumpulkan data dengan memanfaatkan tiga metode: wawancara mendalam, observasi, dan film dokumenter. Penelitian diawali dengan ketertarikan peneliti ketika mengunjungi komunitas Bali … Read moreMetode