Observasi Partisipan

3.3.2      Observasi Partisipan

Langkah selanjutnya, peneliti menggunakan metode observasi partisipan untuk menyediakan data guna menganalisis partisipasi masyarakat dalam media komunitas yang dikelola komunitas Bali Buja. Atkinson dan Hammersley (1998) mendefinisikan observasi partisipan sebagai strategi lapangan yang menggabungkan wawancara responden dan informan, analisis dokumen, serta partisipasi dan observasi langsung. Dengan keterlibatan secara langsung dalam kegiatan komunitas Bali Buja, peneliti dapat menyatu dan menjadi ‘anggota sementara’ dalam kelompok. Keterlibatan tersebut memberikan jalan bagi peneliti untuk mempelajari maksud dari komunitas. 

Peneliti menggunakan observasi partisipan sebagai strategi untuk mendengarkan anggota komunitas dan mengamati anggota Bali Buja; wawancara informan dilakukan sekaligus sambil mengamati partisipan (Spradley, 2016). Pengamatan tersebut memungkinkan peneliti untuk melihat dan memahami apa yang terjadi dalam kegiatan harian (O’Reilly, 2005) dari komunitas budaya yang dipilih dalam studi ini. Observasi membantu peneliti dalam menilai apakah hasil wawancara konsisten dibandingkan dengan pengamatan yang dilakukan. Misalnya, hasil wawancara menunjukkan bahwa selama ini sebagian orang ingin memberikan kontribusi sebagai aktivis seni dan budaya, mengingat dedikasi mereka terhadap ketahanan budaya. Hal ini ditunjukkan dengan pertemuan antara peneliti dan pihak-pihak yang berkomitmen dalam memajukan seni dan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Peran peneliti adalah pengamat aktivitas komunitas budaya, peneliti bukan anggota dari media komunitas dalam penelitian etnografi ini. Kerja lapangan yang dilakukan peneliti berkisar pada partisipasi aktif di lapangan melalui kehadiran acara dan pengembangan media. Dalam proses pengumpulan data, interaksi ini memiliki manfaat. Sebagai outsider, peneliti mengikuti kegiatan komunitas budaya selama tiga tahun yaitu 2017 – 2020. Posisi insider selama penelitian ditunjukkan pada saat berpartisipasi dalam pekerjaan pengembangan media komunitas Galuh Prambanan TV (media yang menjadi sarana penyiaran berbasis internet dari Komunitas Bali Buja). Kegiatan aksi partisipatif tersebut membantu peneliti dalam membangun interaksi yang akrab dengan pegiat komunitas (Endraswara, 2021).

Selama pengumpulan data, peneliti menggunakan catatan, perekam suara, serta kamera foto dan video. Penelitian etnografi mencakup foto dan video yang menarik secara visual, kaya, dan bermanfaat (Allan, 2013; Barley & Russell, 2019). Kamera video juga memiliki manfaat untuk implementasi penyajian data dengan pendekatan film dokumenter. Penggunaan kamera video dengan teknologi modern menciptakan peluang bagi peneliti dalam mengembangkan metode yang kreatif dan efektif (Rosenstein, 2002). Rekaman visual seperti film dokumenter membantu peneliti etnografi dalam melakukan dan menunjukkan interpretasi terhadap perilaku dalam komunitas masyarakat (Pink, 2021).

Observasi partisipatif digunakan peneliti untuk mendapatkan pengalaman yang mendalam. Metode ini membutuhkan keterlibatan peneliti dengan tujuan supaya lebih dekat dan akrab dengan kelompok masyarakat atau individu yang menjadi subjek penelitian. Bagaimanapun kedekatan peneliti etnografi dengan subyek penelitian dapat memicu atau memengaruhi proses pengkajian yang sistematis. Bias tentu dapat menjadi salah satu penyebab kredibilitas yang rendah dalam sebuah penelitian.

Dalam sebuah penelitian etnografi, data yang dikumpulkan meliputi data emic dan data etic. Data emic yang dikelola peneliti adalah informasi yang langsung diberikan informan. Sementara itu, data etic dalam penelitian ini berupa ekspresi dan hasil pemikiran informan. Seperti yang telah dipaparkan pada sub bab sebelumnya, unsur yang penting dalam etnografi adalah kerja lapangan disertai proses pengamatan. Peneliti membuka wawasan dan menuliskan apa yang telah diamati. Dalam penelitian ini, peneliti berupaya menjaga kualitas penelitian dengan melibatkan asisten peneliti, khususnya pada saat produksi film dokumenter. Peneliti menjaga jarak dengan subyek penelitian pada saat proses produksi penelitian. Kerjasama dengan asisten peneliti diwujudkan dengan rancangan pra produksi yang telah didiskusikan sebelumnya. Misalnya, perangkat pertanyaan yang akan diajukan telah disiapkan oleh peneliti bersama asisten peneliti. Peneliti berperan pada saat observasi awal ataupun masa-masa penelitian awal saat menyusun agenda proyek penelitian tindakan etnografi ini, akan tetapi pada saat pelaksanaan produksi film dokumenter, peneliti berupaya menjaga jarak dengan subyek. Demikian juga pada saat pasca produksi, peneliti meminimalisir kemungkinan terjadinya bias pelaporan. Peneliti memberikan kesempatan sepenuhnya kepada Produser dan Sutradara untuk memutuskan bagian mana yang disunting dan dimasukkan dalam dokumenter “Bali Buja”.